Senin, 09 September 2013

Makalah Kompetensi Dasar



BAB I
PENDAHULUAN

Salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran adalah tujuan pembelajaran.
Dilihat dari sejarahnya, tujuan pembelajaran pertama kali diperkenalkan oleh B.F. Skinner pada tahun 1950 yang diterapkannya dalam ilmu perilakuan. Kemudian diikuti oleh Robert Mager yang menulis buku berjudul Preparing Instructional Objective pada tahun 1962. Selanjutnya diterapkan secara meluas pada tahun 1970 di seluruh lembaga pendidikan termasuk di Indonesia.
Pemerintah Indonesia telah menerapkan tujuan pembelajaran di seluruh Indonesia sesuai dengan tigkatan anak sehigga Guru diharuskan memiliki rencana pembelajaran tersebut agar kegiatan belajar mengajar berjalan efektif. Salah satu yang harus dikembangkan dalam tujuan pembelajaran yaitu standar kompetensi dasar dengan harapan agar lulusan Sekolah mampu menjadi lulusan yang memiliki keterampilan dengan menjadikan dia mampu hidup kapan dan dimanapun berada. Selain itu juga Guru dituntut untuk membuktikan keprofesionalannya dengan menyusun dan membuat rencana pembelajaran yang berdasarkan kemampuan dasar peserta didik.
Pada kali ini akan membahas tentang apa itu kompetensi dasar? Dan bagaimana cara menyusun dan membuat kompetensi dasar? Selebihnya akan dibahas pada makalah ini.









BAB II
PEMBAHASAN

A.  Definisi Tujuan Pembelajaran.
Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Tujuan pembelajaran merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran, sebab segala kegiatan pembelajaran muaranya tercapai pada tujuan tersebut.
Dalam buku yang tulisan Hamzah B. Uno (2008) dikemukakan beberapa pengertian tujuan pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli[1], antara lain:
Robert F. Mager (1962) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. 
David E. Kapel (1981) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan.
Henry Ellington (1984) mengatakan bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar.
Hamalik (2005) mendefinisikan tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran.

B.  Macam-macam Tujuan Pembelajaran
1.    Stadar Kompetensi
Standar kompetensi adalah kemampuan minimal yang harus dicapai setelah anak didik menyelesaikan suatu mata pelajaran tertentu pada setiap jenjang pendidikan yang diikutinya. Standar kompetensi merupakan pernyataan tujuan yang menjelaskan apa yang harus diketahui peserta didik dan kemampuan melakukan sesuatu dalam mempelajari suatu bidang studi, standar kompetensi juga merupakan spesikasi skor atau peningkatan kinerja yang berkaitan dengan kategori pencapaian seperti lulus atau memiliki keahlian.[2]
2.    Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar adalah kemampuan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penguasaan konsep atau materi pelajaran yang diberikan dalam kelas pada jenjang pendidikan tertentu. dilihat dari tujuan kurikulum, kompetensi dasar termasuk pada tujuan pembelajaran.[3]
Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Dalam hal ini kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi mencakup tugas, ketrampilan, sikap dan apresiasi yang harus dimiliki oleh peserta didik untuk dapat melaksanakan tugas-tugas pembelajaran sesuai dengan jenis pekerjaan tertentu.
Dalam kurikulum kompetensi sebagai tujuan pembelajaran itu dideskripsikan secara eksplisit, sehingga dijadikan standart dalam pencapaian tujuan kurikulum. Baik guru maupun siswa perlu memahami kompetensi yang harus dicapai dalam proses pembelajaran. Pemahaman ini diperlukan dalam merencanakan strategi dan indicator keberhasilan.
3.    Indikator
Menurut Depag indicator adalah wujud dari kompetensi dasar yang lebih spesifik. Sedangkan menurut E Mulyasa indicator merupakan penjabaran dari kompetensi dasar yang menunjukkan tanda-tanda perbuatan dan respon yang dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik. Indicator juga dikembangkan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan potensi daerah dan peserta didik dan juga dirumuskan dalam rapat kerja operasional yang dapat diukur dan diobservasi sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan alat penilaian. Darwin Syah mendefinisikan indikator pembelajaran adalah karakteristik, ciri-ciri, tanda-tanda perbuatan atau respon yang dilakuakan oleh siswa, untuk menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kompetensi dasar tertentu.
Jadi indikator adalah merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran dan juga dijadikan tolak ukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap suatu pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu.
Adapun dalam mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan:
1.    Tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam Kompetensi Dasar.
2.    Karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah.
3.    Potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan atau daerah.[4]

C.  Karakteristik dan Kriteria Kompetensi Dasar.
Tujuan pembelajaran haruslah spesifik, artinya apabila isi pokok bahasan sudah dipilih dan sudah spesifik, maka sudah tentu tujuan pun harus sesuai dengan pokok bahasan yang telah dipilih tersebut. Tujuan pembelajaran dapat menjadi pedoman bagi pengajar untuk menargetkan siswa mencapai tujuan yang diinginkan sehingga setelah selesai pokok bahasan yang diajarkan, siswa diharapkan dapat memiliki kemampuan yang telah ditentukan sebelumnya. Sesuai dengan itu, maka kompetensi yang harus dimiliki atau dikuasai oleh siswa antara lain dalam kawasan kognitif, afektif, dan psikomotorik.[5]


1.    Kawasan Kognitif
Kawasan kognitif adalah kawasan yang membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan proses mental yang berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang lebih tinggi, yakni evaluasi. Tujuan kognitif merupakan tujuan agar tercapainya kemampuan intelektual yang terdiri dari 6 aspek, yaitu pengetahuan (ingatan), pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
a.    Tingkat pengetahuan (knowledge)
Pengetahuan ini dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menghafal, mengingat kembali atau mengulang kembali pengetahuan yang pernah diterimanya. Contoh SK: siswa dapat menyebutkan kembali bangun-bangun geometri yang berdimensi tiga. Contoh KD: siswa mampu menyebutkan sifat-sifat bangun prisma.
b.    Tingkat Pemahaman (Comprehension)
Pemahaman di sini diartikan kemampuan seseorang dalam menafsirkan, menerjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri. Contoh SK: Siswa dapat menjelaskan dengan kata-katanya sendiri tentang perbedaan bangun geometri yang berdimensi dua dan tiga. Contoh KD: siswa dapat menjelaskan ciri yang membedakan bangun kubus dengan persegi empat.
c.    Tingkat Penerapan (Application)
Penerapan di sini diartikan kemampuan seseorang dalam menggunakan pengetahuan dalam memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan pemahaman berdasarkan ilmu yang dimiliki. Contoh: siswa dapat menentukan salah satu sudut dari suatu segitiga jika diketahui sudut-sudut lainnya.
d.   Analysis
Maksudnya adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan pengetahuan dalam memecahkan berbagai masalah dengan sistem analisis. Contoh: siswa dapat menganalisis sejauh mana dalam dan luasnya pembahasan diskusi yang mereka laksanakan.
e.    Synthesis
Sintesis ini diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. Contoh: siswa dapat menyusun rencana belajar masing-masing sesuai dengan kebijakan yang berlaku di sekolah.
f.     Evaluation
Evaluasi di sini diartikan kemampuan seseorang dalam membuat perkiraan atau keputusan yang tepat berdasarkan kriteria atau pengetahuan yang dimiliki. Contoh: siswa dapat menilai unsur kepadatan isi, cakupan materi, kualitas analisis, dan gaya bahasa yang dipakai oleh seorang penulis makalah tertentu.
Di samping kawasan kognitif di atas, biasanya dalam suatu perencanaan pembelajaran ada mata pelajaran tertentu yang memiliki tuntutan untuk kerja yang dinilai adalah kawasan afektif dan psikomotor.

2.    Kawasan Afektif.
Kawasan afektif adalah satu domain yang berkaitan dengan sikap, nilai-nilai interes, apresiasi (penghargaan), dan penyesuaian perasaan sosial. Tingkat afeksi ini ada lima dari yang paling sederhana hingga ke yang kompleks antara lain: kemauan menerima, kemauan menanggapi, berkeyakinan, penerapan karya, ketekunan dan ketelitian. Tujuan pengajaran afektif adalah pemberian keterampilan suatu proses dan hasil belajar yang menekankan pada bagaimana siswa bersikap dan bertingkah laku di dalam lingkungan dan masyarakatnya. Dan beberapa ahli menekankan kematangan moral dan sosial anak didik. Contoh: siswa dapat menampilkan perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS. Al Baqarah ayat 30.


3.    Kawasan Psikomotorik
Domain psikomotor mencakup tujuan yang berkaitan dengan ketrampilan (skill) yang bersifat manual atau motorik. Tujuannya memberikan pengalaman kepada siswa untuk terampil mengerjakan sesuatu menggunakan motor[6] yang dimilikinya. Sebagaimana kedua domain yang lain, domain ini juga mempunyai berbagai tingkatan. Urutan tingkatan dari yang paling sederhana sampai ke yang paling kompleks (tertinggi) antara lain: persepsi, kesiapan melakukan suatu kegiatan, mekanisme, respons terbimbing, kemahiran, adaptasi, dan originasi. Menurut Nana Sudjana, ada 6 aspek ranah psikomotorik yakni gerakan refleks, keterampilan gerak dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketepatan, gerakan keterampilan kompleks, serta gerakan ekspressif dan interpretatif. Contoh: siswa dapat mempraktikkan kegiatan berwudhu dengan baik dan benar.
Kriteria tujuan pembelajaran yang baik, sebaiknya mencakup tiga elemen utama, yaitu:
a.    Menyatakan apa yang seharunya dapat dikerjakan siswa selama belajar dan kemampuan apa yang sebaiknya dikuasainya pada akhir pelajaran.
b.    Perlu dinyatakan kondisi dan hambatan yang ada pada saat mendemonstrasikan perilaku tersebut.
c.    Perlu ada petunjuk yang jelas tentang standar penampilan minimum yang dapat diterima.[7]

D. Manfaat Tujuan Pembelajaran
1.    Waktu mengajar dapat dialokasikan dan dimanfaatkan secara tepat
2.    Pokok bahasan dapat dibuat seimbang, sehingga tidak ada materi pelajaran yang dibahas terlalu mendalam atau terlalu sdikit
3.    Guru dapat menetapkan urutan dan rangkaian materi pelajaan secara tepat. Artinya peletakan masing-masing materi pelajaran akan memudahkan siswa dalam mempelajari isi pelajaran
4.    Guru dapat menetapkan berapa banyak materi pelajaran yang dapat atau sebaiknya disajikan dalam setiap jam pelajaran
5.    Guru dapat dengan mudah menetapkan dan mempersiapkan strategi belajar mengajar yang paling cocok dan menarik.
6.    Guru dapat dengan mudah mempersiapkan berbagai keperluan peralatan maupun bahan dalam keperluan belajar
7.    Guru dapat dengan mudah mengukur keberhasilan siswa dalam belajar
8.    Guru dapat menjamin bahwa hasil belajarnya akan lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar tanpa tujuan yang jelas.[8]

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
KELAS X
SEMESTER 1
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETESI DASAR
Mendengarkan
1.         Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung / tidak langsung
1.1     menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita)
1.2     mengidetifikasi unsure sastar  (instrisik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung / melalui rekaman
Berbicara
2.      mengungkapkan pikiran, perasaan dan iinformasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi  dan bercerita
2.1     memperkenalkan diri dan orang lain didalam forum resmi dengan intonasi yang tepat
2.2     mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai  berita, artikel, atau buku)
2.3     menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat
Membaca
3.      Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca
3.1     Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat (250 kata /menit)
3.2     Mengidentifikasi  ide teks nonsastra dari berbagai sumber melalui teknik membaca ekstensif
Menulis
4.      Mengungkapkan inforasi dalam berbagai bentuk paragraf (narasi, deskriptif,  ekspositif)
4.1     Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraph naratif
4.2     Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskripif
4.3     Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam pargaraf ekspositif
Mendengarkan
5.      Memahami puisi yang disampaikan secara langsung / tidak langsung
5.1     Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman
5.2     Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melaui rekaman
Berbicara
6.      Membahas cerita pendek  melalui kegiatan diskusi
6.1     Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan diskusi
6.2     Menemukan nila-nilai cerita pendek melalui kegiatan diskusi
Membaca
7.      Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan cerpen
7.1     membacakan puisi dengan lafal, nada, tekanan dan intonasi yang tepat
7.2     menganalisis keterkaitan unsur instrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari
Menulis
8.      Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi
8.1     Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama dan rima
8.2     Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama dan rima

SEMESTER 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mendengarkan
9.      Memahami informasi melalui tuturan
9.1     Menyimpulkan isi informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung
9.2     Menyimpulkan isi informasi yang didengar melalui tuturan tidak langsung (rekaman atau teks yang dibicarakan)
Berbicara
10.  Mengungkapkan komentar terhadap informasi dari berbagai sumber
10.1 Memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak atau elektronik
10.2 Memberikan persetujuan atau dukungan terhadap artikel yang terdapat dalam media cetak atau elektronik
Membaca
11.  Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai
11.1 Merangkum seluruh isi informasi teks buku kedalam beberapa kalimat dengan membaca memindai
11.2 Merangkum seluruh isi informasi dari suatu table atau grafik kedalam beberapa kalimat dengan membaca memindai
Menulis
12.  Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato
12.1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraph argumentatif
12.2 Menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak pembaca bersikap atau melakukan sesuatu dalam bentuik paragraph persuasif
12.3 Menulis hasil wawancara kedalam beberapa paragraph dengan menggunakan ejaan  yang tepat
12.4 Menyusun teks pidato  
Mendengarkan
13.  Memahami cerita rakyat  yang dituturkan
13.1 Menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat yang disampaikan secara langsung atau melalui rekaman
13.2 Menjelaskan hal-hal yang menarik tentang latar cerita rakyat yang disampaikan secara langsung atau melalui rekaman
Berbicara
14.  Mengungkapkan pendapat terhadap puisi melalui diskusi
14.1 Membahas isi  puisi berkenanan dengan gambaran penginderaan, perasaan, pikiran, dan imajinasi melaui diskusi
14.2 Menghubungkan isi puisi dengan realitas alam, sosial budaya  dan masyarakat melalui diskusi
Membaca
15.  Memahami sastra melayu klasik
15.1 Mengidentifikasi karakteristik dan struktur unsur instrisik sastra melayu klasik 
15.2 Menemukan nilai-nilai yang terkandung didalam sastra melayu klasik
Menulis
16.  Mengungkapkan pengalaman diri dan orang lain kedalam cerpen
16.1 Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar)
16.2 Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar)


























BAB III
PENUTUP

Tujuan pembelajaran merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran, sebab segala kegiatan pembelajaran muaranya tercapai pada tujuan tersebut.
Macam-macam tujuan pembelajaran meliputi:
Standar kompetensi adalah kemampuan minimal yang harus dicapai setelah anak didik menyelesaikan suatu mata pelajaran tertentu pada setiap jenjang pendidikan yang diikutinya.
Kompetensi dasar adalah kemampuan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penguasaan konsep atau materi pelajaran yang diberikan dalam kelas pada jenjang pendidikan tertentu. dilihat dari tujuan kurikulum, kompetensi dasar termasuk pada tujuan pembelajaran.
Indikator adalah merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran dan juga dijadikan tolak ukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap suatu pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu.
Karakteristik dan Kriteria Kompetensi Dasar yang harus dimiliki seorang siswa meliputi:
a.       kawasan Kognitif,
b.      kawasan Afektif, dan
c.       kawasan Psikomotorik.
Kriteria tujuan pembelajaran yang baik, sebaiknya mencakup tiga elemen utama, yaitu:
1)      Menyatakan apa yang seharunya dapat dikerjakan siswa.
2)      Perlu dinyatakan kondisi dan hambatan yang ada pada saat mendemonstrasikan perilaku tersebut.
3)      Perlu ada petunjuk yang jelas tentang standar penampilan minimum yang dapat diterima.

DAFTAR PUSTAKA

Harjanto, 1997. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rhineka Cipta.
Sanjaya, Wina. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Syah, Darwin. 2007. Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam Jakarta: Gaung Persada Press.
Uno, Hamzah B. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Nur, Dewi. 2009. “Pengertian Kd Indikator Materi”. Diakses dari [Online] http://dewinur.blogspot.com/2009/05/pengertian-kd-indikator-materi.html. [16 Maret 2013]


[1] Hamzah B Uno, Perencanaan Pembelajaran (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006), h. 35.
[2] Darwin Syah, Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Gaung Persada Press, 2007), h. 106.
[3] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2007) h. 70-71.
[4] Dewi Nur, “Pengertian Kd Indikator Materi”, [Online] Tersedia: http://dewinur.blogspot.com/2009/05/pengertian-kd-indikator-materi.html
[5] Harjanto, Perencanaan Pengajaran (Jakarta: Rhineka Cipta, 1997), h. 214.
[6] Motor di sini adalah sebuah istilah yang menunjuk pada hal, keadaan, dan kegiatan yang melibatkan otot dan gerakannya serta kelenjar dan sekresinya. Dengan ati lain, motor disini jugamerupakan keadaan yang meningkatkan atau menghasilkan stimulasi atau rangsangan terhadap kegiatan organ fisik.
[7] Hamzah B Uno., Op. Cit. h. 40
[8]Hamzah B Uno., Op. Cit. h.34.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar